Kisah inspiratif Abby Rai Chrisna Mandagi a.k.a Dougy Mandagi pemuda indonesia yang mendunia

Kisah inspiratif Abby Rai Chrisna Mandagi a.k.a Dougy Mandagi pemuda indonesia yang mendunia melalui musik – Geomembraneid. Mungkin nama Dougy Mandagi masih cukup asing untuk sebagian kalangan di Indonesia. namun pernahkah anda mendengarkan lagu pada link berikut yang berjudul sweet disposition, fall together & trembling hands yang dibawakan oleh kelompok pemusik asal Australia yang telah merambah pasar musik internasional The temper trap.

ya sang pentolan  adalah pemuda asli indonesia kelahiran Bandung 20 januari 1980. dougy adalah pria asli celebes indonesia keturunan manado. dougy sendiri sempat menghabiskan masa kecilnya di Hawaii, amerika serikat mengikuti kakeknya yang diakibatkan oleh meninggalnya sang ayahanda karena suatu peristiwa kecelakaan. ayah dougy meninggal pada saat Dougy masih berusia 6 tahun. ayah Dougy sendiri adalah salah seorang yang berperan dalam perebutan kemerdekaan indonesia yang bernama Arie lasut. setelah menghabiskan masa kecil di Hawaii, Amerika serikat Dougy pindah ke Bali mengikuti sang ibunda. Tapi karena terlalu lama menghabiskan masa kecil di Hawaii, Dougy susah berkomunikasi dan akhirnya malah berbuat onar dan menjadi bahan bulying di sekolah dasar.

Dougy lalu dipindahkan ke Manado, Sulawesi utara untuk tinggal bersama om dan tantenya. Nah, di sinilah, Dougy mulai berkenalan dengan musik. karena keluarga om dan tantenya di Manado adalah keluarga gereja yang menjaga tradisi ibadah gereja. Beruntung juga, Dougy remaja memiliki impian, yaitu menggambar ilustrasi untuk Disney perusahaan besar perfilman animasi Amerika serikat. Dengan segera, Dougy tenggelam dalam kesenangannya menggambar hingga tiba saatnya untuk kuliah dan pindah ke Melbourne, Australia mengikuti sang bunda.

Sesampainya di sana, Dougy harus menerima kenyataan dirinya tidak berhasil lolos ke jurusan seni yang memang diinginkannya. Sebagai pelarian, Dougy mulai menekuni musik. Setelah lulus, Dougy tidak kunjung mendapat pekerjaan hingga mengamen dan menjadi seniman potret/pelukis di jalanan pun dilakoninya. setelah mengamen dan menjadi pelukis jalanan Melbourne ia berpindah profesi menjadi penjaga di sebuah toko pakaian di Melbourne. Setelah musik mulai mendominasi, disela-sela kesibukannya bekerja di toko pakaian Dougy pun berniat bergabung dengan sebuah band yang sedang mencari vokalis namun tidak lolos. Hal ini memotivasinya untuk membentuk The Temper Trap, awal terbentuknya the temper trap adalah momen bertemunya Dougy dengan Toby Dundas, di tempat yang sama yaitu toko pakaian tempat mereka berkerja. Toby sendiri adalah seorang drummer yang memiliki wawasan dunia musik yang luas. Setelah masuknya Toby, Jonny a.k.a Jonathon Aherne kawan lama Dougy, kemudian bergabung sebagai pemain bas. Diikuti lagi seorang teman lama Toby yakni Lorenzo a.k.a Lorenzo Sillitto, juga ikut bergabung untuk posisi pemain gitar. Sejak berkumpulnya anak-anak muda ini, mereka menamakan diri kelompok musik mereka The Temper Trap dengan mengusung aliran alternative rock. The temper trap memulai gerakan bermusik mereka dengan mengisi acara-acara musik lokal di Melbourne dengan membawakan materi dari EP pertama mereka yakni The temper trap EP seperti : Sirens, My Sun, Peter Parker’s Alter Ego. serta disusul beberapa materi dari album perdana mereka Conditions seperti Love lost, Rest, Sweet disposition, Soldier On, Fools, fader, Science Of Fear, Drum Song, Ressurection & Heart.

Album perdana mereka, album Conditions diluncurkan pada tahun 2009 dengan produser Jim Abbiss yang tidak lain produser kenamaan dunia Jim Abbiss pernah memproduseri beberapa album penyanyi internasional seperti Adele, Swedish House Mafia, Björk & Arctic Monkeys. album ini menuai sukses besar di Australia bahkan menembus pasar musik Internasional. beberapa lagu meraka dari album Conditions digunakan dalam soundtrack video game, iklan dan film seperti Rugby 08, FIFA 10, PES 2011, Colin, toyota, 500 days of summer, I’m Number 4 & No Strings Attached. Album ini pula yang membukakan jalan untuk Dougy dan kawan-kawan melakukan tur panggung kelililing dunia dari asia, eropa, amerika utara & amerika latin. album ini dinobatkan di banyak kategori di ARIA Music Awards.

Album kedua The Temper Trap dengan tema yang sama yakni The Temper Trap diriis pada akhir Mei 2012 dibawah naungan Liberatin Music (Australia), Infectious Records (Inggris) dan Glassnote Records (Amerika serikat). Album ini diproduksi oleh Tony Hoffer yang pernah memproduseri album dari band papan atas amerika serikat Foster the people. Single pertama yaitu Need Your Love, dirilis pada Maret 2012. Single kedua favorit penulis Trembling Hands dirilis pada Mei 2012. penulis juga merekomendasikan beberapa lagu yang wajib pembaca dengarkan dari album kedua ini seperti want, The sea is calling, Dreams, I’m Gonna Wait & Everybody Leaves in the End.  Album ini memenangkan beberapa pengahrgaan seperti Best Band Rock Album dan Best Group pada tahun 2012 pada ajang ARIA Music Awards. pasca rilis album self titled ini the temper trap kembali melakukan tur keliling dunia yang berakhir pada tahun 2014. Pada tahun 2012 the temper trap sempat mengisi konser kelompok pemusik kenamaan dunia coldplay sebagai suppoting act di mylo Xyloto tour. khusus pada tur keliling dunia tahun 2014 the temper trap melengkapi setlist mereka dengan beberapa materi dari album ketiga seperti Burn, On the run, closer, So much Sky & Summer almost gone. pada momentum album kedua ini pula the temper trap meresmikan Joseph Greer yang telah menemani tur the temper trap sebagai personel tambahan sejak tahun 2008 sebagai personel kelima mereka. pada akhir tahun 2013 kabar kurang menyenangkan juga menimpa fans the temper trap yaitu keluarnya sang gitaris Lorenzo Sillitto dari formasi the temper trap yang disebabkan oleh alasan pribadi yakni ingin berkarir dan mencoba hal-hal baru. kemudian pada 4 juni 2013 The temper trap merilis album mini yang berjudul The temper trap Acoustic Session EP yang berisikan 6 buah lagu versi akustik dari beberapa lagu dari album conditions dan self titiled album.

pada tanggal 10 juni 2016 The temper trap meluncurkan album ketiga mereka yang berjudul Thick as Thieves album ini diproduseri oleh Rich Cooper and Damian Taylor. juga masih pada label rekaman yang sama di 3 negara Liberatin Music (Australia), Infectious Records (Inggris) dan Glassnote Records (Amerika serikat). album Thick as Thieves mulai diproduksi pada awal tahun 2013 di berbagai tempat rekaman pribadi yang diawali di New south wales australia, london dan berakhir di Montreal Kanada. album Thick as Thieves selesai direkam pada akhir tahun 2015 dan di rilis pada tahun berikutnya. single pertama dari album ini adalah judul dari album ini sendiri yaitu Thick as Thieves yang dirilis pada 28 februari 2016 yang hanya rilis di Australia. lalu disusul single kedua yang berjudul Fall together pada 12 april 2016 yang menjadi single utama di album ketiga ini. saya sangat merekomedasikan semua lagu yang ada di album ini karena menurut saya musik alternative seperti inilah yang saya butuhkan untuk membendung arus genre pop, Rnb & musik elektronik dance yang sedang naik daun di berbagai kalangan. saya sangat merekomendasikan pembaca mendengarkan Summer almost gone, Providence, On the run, Riverina, Lost, Ordinary world & So much sky. pada 25 Agustus 2016 The temper trap merilis Lost sebagai single ketiga dari album Thick as Thieves. segera setelah album ketiga dirilis the temper trap kembali melakukan tur keliling dunia dan masih berlangsung hingga artikel ini dipublish.

Untuk anda pencinta musik anti “mainstream saat ini” seperti genre alternative saya sangat merekomendasikan untuk mendengarkan karya-katya dari the temper trap salah satunya dan tentunya masih banyak musik-musik dan kelompok pemusik diluar sana yang “anti mainstream” yang mengusung musik berkualitas yang layak untuk kita simak.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s